Jakarta 45

REPUBLIKA, Senin, 22 Juni 2009 pukul 01:18:00

Di masa kolonial sampai sebelum kedatangan tentara Jepang (1942-1945)banyak nama jalan berbahasa Belanda, kecuali di kampung-kampung.Belanda memberi nama boulevard untuk jalan lebar dan di tengahnya terdapat jalur hijau. Laanmerupakan jalan penghubung di antara jalan yang ramai.

Misalnya, Alaydruslaan (kini Jl Alaydrus), yaitu jalan penghubung antara Molenvliet West (Jl Gajah Mada) dan Molenvliet West (Jl Hayam Wuruk). Kenari Laan (Jl Kenari) yang kala itu menjadi penghubung antara Pegangsaan dan Salemba Raya.

Belanda memberi nama jalan yang punya kegiatan bisnis dengan nama straat. Misalnya, Kerkstraaat (kini Jl Jatinegara Timur) yang sejak dulu merupakan kawasan bisnis. Pasar Baru Straat dan Risjwijkstraat (Jl Veteran) adalah jalan yang ketika itu menjadi daerah perniagaan dan pertokoan.

Wegadalah nama jalan yang masuk mobil. Ratusan nama jalan di DKI sampai 1942 terletak di kawasan weg. Misalnya, Javaweg (kini Jl Tjokroaminoto) di kawasan Menteng atau Drukerijweg (Jl Percetakan Negara).

Berdasarkan peraturan kala…

Lihat pos aslinya 543 kata lagi

Iklan